Sabtu, 30 Maret 2019

SKEM DAN KUKU DIBAN DI CHINA ????


Jarumpoker


Mulut mu harimau mu.

Sepertinya itulah peribahasa yang tepat
untuk Andrei “Skemberlu” Gabriel Ong
dan Carlo “KuKu” Palad. Ya, nasib naas
telah menimpa mereka berdua.
Punggawa team TNC Predator ini telah
dibanned atau dilarang bermain di
China. Hal ini menjadi permasalahan
yang cukup besar di China karena
mereka berdua melakukan tindakan

rasisme atas kata “Ching Chong” diranah kompetitif.
Langkah ini pun murni dari pemerintahan Chongqing sendiri yang dirapatkan dengan para
penyelenggara, yaitu StarLadder dan ImbaTV.
Skemberlu atau Skem sendiri menuliskan ujaran rasis tersebut pada turnamen resmi
DreamLeague 10 Minor saat berhadapan dengan tim China, dengan menuliskan “Royal Never
Give Up” sementara KuKu melakukan hal yang sama di public match. Dampak dari ujaran
rasisme tersebut membuat pemerintah China menjadi panas. Mereka melarang Skem dan
KuKu untuk ikut serta dalam Chongqing Major pada januari mendatang. Secara langsung
pihak Chongqing Major mengatakan ”Event ini tidak menginginkan pemain seperti mereka”.
Skemberlu sendiri telah mendapatkan sanksi langsung dari pihak manajemen dan dari mantan
team compLexity Gaming. Selain dikeluarkan Skem juga mengalami potongan gaji serta
larangan membela tim saat masih membela compLexity Gaming.
Dan untuk KuKu sendiri pihak manajemen TNC Predator telah menghukum dengan
memberikan sanksi berupa potongan gaji. Dikarenakan hal ini adaalah merupakan tindakan
resmi untuk mendukung sentimen terhadap rasisme.
Tidak sampai disitu saja, sepertinya pihak china juga dirasa semakin memperkeruh keadaan
dengan membawa masalah ini ke ranah ke yang lebih buruk. Pasalnya beberapa rekan dari
KuKu dan Skem sendiri telah mengkonformasikan kabar gila tersebut. Sehingga banyak
membuat pertikaian dari negara lain terhadap china sendiri.
Namun nampaknya masih belum cukup, beberapa pihak juga mengecam keputusan sepihak
ini. Komunitas Dota 2 dari regional NA dan Eropa turut meberikan komentar terkait
kebijakan yang bodoh ini. Mereka mengecap bahwa komunitas china terlalu berlebihan
dalam mengambil keputusan ini. Bahkan salah satu dari juara The International 2013 yaitu
Henrik ”AdmiralBulldog” Ahnberg mengecam bahwa seharusnya The International 2019
tidak berada di China.. Hal itu dicuitkannya dalam akun twitter pribadi miliknya usai dia
mendengar kabar banned dari Skem dan KuKu. Sang juara The International 2015 Peter
“ppd” Dager juga memberikan komentar. Dia cukup heran dengan apa yang telah dilakukan
komunitas china mengenai hal tersebut. Namun dari pihak Valve sendiri belum melakukan
dan memberikan langkah terbaik mengenai masalah ini.
Mungkin beberapa dari kalian bakalan kebingungan tentang penyelesaian masalah ini.
Namun bila kalian kelewatan, seperti inilah resiko yang didapat tentang rasisme.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentar lah dengan baik dan benar, dan tidak melakukan SPAM :)
Jika ada yang ingin di tanyakan follow kontak yang ada, atau kita Pecahkan Segala Tentang Dunia E-sport Disini secara Bersama-sama.
Agar Dunia E-sport di Indonesia semakin maju !
SALAM +25 XD !!

Copyright © 2014 Dotped.com | Dota 2 indonesia | The Largest Indonesian Community of Dota 2 DOTPED.COMGooyaabi Templates
Scroll To Top